Masjid & Warung Makan; Target Area Penjualan

24 03 2009

….seorang salesman menerbitkan catalog lokasi makanan enak,…demikian sebuah berita disurat kabar beberapa waktu yang lalu…
Masjid & Warung makan, seorang salesman seringkali menemukan tempat2 ”favorite” seperti ini. Terkadang Masjid menjadi langganan tempat istirahat (sekalian makan siang, untuk mereka yang sudah bawa makan siang), dan yang pasti warung makan, warung kopi atau sejenisnya langganan istirahat seorang salesman.

Tidak jarang seorang salesman ”kelupaan” dengan pekerjaannya karena ke asyikan di masjid atau warung makan tadi, tentu ini yang terkadang menjadi bencana bagi profesi salesnya bahkan tak jarang sindiran seorang Supervisor atau manager terdengar …’ ngopi dimana mas?…..tidur dimasjid mana pak?…biasanya akan tambah keras terdengar kalau tidak mencapai target harian kita.

Semua itu bisa dirubah !

Tempat seperti diatas seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk mencetak angka, mendapatkan informasi tambahan untuk proses penjualan kita. Disaat kita juga beristirahat tentu ada orang lain yang beristirahat, disarankan kita juga melakukan prospecting disana. Agar lebih halus diusahakan tempat yang kita singgahi selalu berbeda sehingga orang yang kita prospek pun berbeda pula, artinya ada nilai lebih istirahat kita.

Mencetak angka, untuk proses produk retail semisal HP, Rokok, Makanan ringan, Kartu Perdana, Pulsa dan lain-lain sangat mungkin untuk melakukan closing hari itu juga. Paling tidak akan menambah database prospek dan networking kita

Membantu Proses Penjualan, untuk produk non retail semisal Mobil, motor, produk finance dan sebagaianya disini dibutuhkan strategi memilih tempat yang bagus. Semisal kita sedang mengerjakan perusahaan A, tentu akan lebih tepat tempat disekitar lokasi perusahaan atau lokasi tempat istirahat atau makan calon prospek kita.

Informasi penting didapatkan, kondisi perusahaan, siapa yang bertanggung jawab untuk memutuskan, kebutuhan produknya dan sebagainya, sebagai modal untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.

Cerita seorang sales, …karena kesulitan untuk buat janji dengan pimpinan perusahaan seorang sales harus melakukan prospekting setelah sholat jum’at disebuah perusahaan target karena pada saat seperti itu paling mudah menemui target kita untuk minimal memperkenalkan product yang ditawarkan, sekaligus memperkenalkan diri tentunya.

…..Pada dasarnya, nilai lebih ini tentu akan semakin terasah kalau kita rajin melakukannya …ya..daripada kita Cuma ngobrolin perusahaan tetangga lebih menarik, pimpinan yang ini yang itu, yang akhirnya mengeluh dan melupakan solusi yang harus segera dicapai. Karena salesman sudah benar-benar kalah.

Salam Hebat !!!
March 2009


Aksi

Information

2 responses

21 04 2009
zigzag

jadi laper

19 10 2009
bowo

oke juga tuh boss jurusnya, satu lagi tempat favorit buat skedar istirahat siang, warnet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: