Blue Ocean Strategy dan Bisnis Telekomunikasi di Indonesia

20 03 2009

Minggu lalu saya mengikuti acara Sharing Vision di Hotel Preanger, judulnya: Kompetisi Telekomunikasi di Indonesia Menghadapi Era Konvergensi: Struktur Industri, Persaingan Usaha dan Strategi Bisnis. Kesimpulannya: Menarik! Sayangnya saya tidak mengikuti seluruh sesi secara penuh, jadi semoga nanti ada rekan-rekan peserta yang lain yang bisa melengkapi cerita saya.

Hari pertama, saya hadir pas di akhir acara, dan sempat menyimak diskusi panel dari beberapa pembicara: Ibu Koesmarihati (BRTI), Bpk. Faisal Basri (UI), Bpk. Yusuf Kurnia (Telkomsel), dan Bpk. Dimitri Mahayana (ITB). Yang dibahas adalah: bagaimana kondisi regulasi bisnis telekomunikasi di Indonesia, apakah persaingan dalam industri telekomunikasi saat ini sudah berjalan dengan fair, bagaimana agar stakeholder bisnis telekomunikasi dapat duduk bersama untuk merumuskan roadmap tanpa menunggu inisiatif dari pemerintah (yang selalu telat). Tentang blue ocean, Bpk. Faisal Basri mengatakan, operator-operator telekomunikasi baru dengan market share yangbelum besar, harus terus mencari peluang-peluang baru yang luput dari bidikan operator besar (Telkomsel, Indosat, Excel). Biasanya perusahaan yang sudah besar memiliki kecenderungan untuk puas diri, lengah dan lamban. Ada atau tidak adanya peluang untuk meningkatkan market share tergantung dari seberapa besar upaya dan kreativitas operator-operator ‘kecil’ tersebut. Peran pemerintah ada tapi kecil dan sebaiknya tidak diharapkan.

Blue Ocean strategy merupakan strategi yang berfokus pada: penciptaan pasar baru (yang bahkan sama sekali tidak dilirik oleh kompetitor), penciptaan nilai baru pada produk, penciptaan dan yang paling penting adalah membuat kompetisi menjadi tidak relevan. Bpk. Khairul Ummah membahasnya dalam sesi di hari kedua. Dalam sesi ini, P Khairul menayangkan multimedia tentang sebuah grup sirkus yang sangat terkenal, Cirque de Soleil, yang merupakan contoh klasik perusahaan yang menerapkan blue ocean strategy. Pertunjukan binatang hilang, akrobatik masih ada namun ditampilkan dalam paket tontonan yang bertema bahkan teatrikal. Cirque de Soil menawarkan nilai baru yang sebelumnya belum pernah ditawarkan oleh industri pertunjukkan lainnya.

Sesi terakhir disampaikan oleh Bpk. Armein. Saya hanya kebagian setengah jam terakhir. Menurut P Armein, kesenjangan digital atau digital divide tidak dapat diselesaikan oleh pelaku bisnis telekomunikasi dengan paradigma bisnis yang ada saat ini. Sasaran pasar yang layak secara ekonomis bagi industri telekomunikasi saat ini adalah: wilayah yang cukup padat, daerah perkotaan, kalangan menengah ke atas. Mengapa demikian? Teknologi yang ditawarkan dan lingkungan bisnis telekomunikasi yang ada saat ini memang tidak di-design untuk menjangkau kawasan-kawasan pelosok (rural area). Masalahnya, digital divide sebagian besar terjadi di kawasan-kawasan tersebut. Jadi, perlu paradigma baru untuk mengatasi digital divide. Kerangka utama pendekatan/idenya adalah: perlu ada infrastruktur telekomunikasi dan informasi yang untuk kawasan pelosok yang dapat dipergunakan masyarakat dengan biaya sangat murah bahkan gratis. Apakah itu cukup? Bukti empiris mengatakan tidak. Selain infrastruktur tersebut, perlu ada skema bisnis bagi pengguna infrastruktur tersebut. Kombinasi infrastruktur dan skema bisnis ini akan mendorong pengguna untuk berproduksi. Jadi user atau consumer sekaligus menjadi produser, dapat kita sebut sebagai prosumer. Konsep ini mirip dengan google yang menyediakan layanan search engine secara gratis. Pengguna layanan dapat menggunakan layanan ini untuk membangun bisnis-bisnis baru. Konsep yang sama juga diterapkan oleh Iqbal Qodir ketika mendirikan Grameen Phone di Bangladesh. Ide-ide segar dari P Armein ini sangat menarik khususnya bagi beberapa pelaku industri telekomunikasi (Telkomsel) yang hadir di acara ini.

Sharing Vision ditutup oleh Bpk. Dimitri Mahayana dengan ungkapan singkat: “ Mari mem-blue ocean- kan industri telekomunikasi di Indonesia.

From Niat Nulis


Aksi

Information

4 responses

7 11 2010
2 02 2011
strategi penjualan

artikel bagus..
kebetulan lagi bikin makalah tentang materi yang sama
izin copas
makasih ya…

28 06 2013
Juana

Heya i am for the first time here. I came across this board and
I in finding It truly useful & it helped me out
much. I am hoping to offer one thing back and help others such as you
helped me.

15 06 2014
marketing

I know this if off topic but I’m looking into
starting my own blog and was wondering what all is required to get set up?
I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
I’m not very internet smart so I’m not 100% certain. Any recommendations or advice would be greatly appreciated.

Many thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: