Sales Freelance; Memperbesar Kekuatan Penjualan Perusahaan Anda

30 05 2007

Dimusim outsource seperti ini, hampir semua perusahaan menerapkan system kontrak/outsource dari perusahaan lain tidak saja outsource di peralatan, namun juga dibidang Sumber Daya manusia. Mulai tenaga Office Boy, Administrasi, Castomer Service dan juga tenaga penjualan atau salesman nya hampir pasti akan kita temui dalam sebuah instansi bisnis. 

Sekitar tahun 2003 saya pernah mengkoordinir team Telemarketing & Sales Force yang semua Freelance, secara operasional semua dibiayai oleh perusahaan induk. Targetnya adalah membesar volume penjualan, namun terkadang juga diselipi misi Marketing terutama untuk yang Telemarketing sebagai pembuka jalan untuk team Sales Force masuk dalam suatu instansi sasaran market, minimal harus call calon customer 40 – 50 orang dan ada sekitar 40 orang telemarketing artinya minimal ada 1600 orang tiap harinya yang di telepon untuk memperkenalkan produk (kebetulan telekomunikasi masih baru saat itu).Hasilnya sangat luar biasa perpaduan antara Marketing dan Sales membuat produk sangat dikenal dimasyarakat dan ujung-ujungnya telekomunikasi benar-benar menjadi kebutuhan saat ini. 

Memang akan ada beberapa kendala kalau kita menerapkan system freelance untuk bidang sales, tingkat churn offer sales sangat tinggi bahkan dibeberapa tempat di perusahaan saya bekerja sesekali waktu akan kehilangan semua salesnya. Kerapkali kita harus menerapkan berbagai metode untuk tetap merangsang keinginan mereka agar tetap bertahan di perusahaan tempat saya bekerja, bahkan muncul prediksi sales freelance akan bertahan rata-rata 5-6 bulan kemudian resign atau melihat rumput tetangga lebih hijau (artinya mulai melirik perusahaan lain) namun ada juga karena mahirnya mereka berjualan ditawarin untuk posisi lain sudah pasti menolaknya, status tidak lagi menjadi kendala karena diluar pun sistemnya sudah sama, yang penting pendapatan. 

Sistem sales Freelance diterima sebagai pilihan pekerjaan, juga terdorong dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Di lapangan sudah banyak kita temui perusahaan agency menerapkan seperti ini, untuk penggajian pun menerapkan suatu system tertentu yang dasarnya adalah Volume/Omzet penjualan. Banyak perusahaan meyakini system ini sangat effektif untuk memperbesar penjualan (mulai perusahaan Kartu Kredit, Asuransi, Perbankan, dan juga Telekomunikasi), walaupun mereka statusnya freelance namun sulit dibedakan dengan yang “asli” mulai baju seragam, accecories yang dipakai hampir pasti sama persis. 

Sales dengan system ini sangat “militant” mereka memang diciptakan untuk aktif berjualan kalau ingin mendapat penghasilan, jadi tidak ada pilihan untuk tidak berjualan. Resikonya kita akan menjadi seperti “lembaga training” karena 1 hari setelah training sudah mengundurkan diri, memang diperlukan trik-trik khusus untuk selalu menarik minat mereka, ini penting agar mereka merasakan gaji pertamanya.  

Beberapa hal untuk mengelola sales freelance: a. Rekruitmen kontinue, dalam setiap kesempatan recruitment sales selalu menjadi menu kita, hampir setiap minggu iklan lowongan  kita pasang, pengalaman kerja (terutama salesman) & punya semangat tidak mudah putus asa boleh menjadi dasar penerimaan ; b. Pendekatan personal, sangat penting untuk dilakukan untuk menciptakan keakraban dan kekeluargaan, terkadang kita pakai tempat2 umum untuk sekedar ngopi bersama, atau mejeng bareng (mungkin ini tidak wajib bagi yang udah berkeluarga ..he..he..he) namun dalam perjalanannya kita akan selipi dengan materi-materi motivasi sales; c. Sistem Reward seringkali namun tidak rutin boleh menjadi trik juga; d. Trainning Motivasi, beberapa kali kita mengirim sales terbaik dalam masa tertentu untuk mengikuti trainning-trainning motivasi sales. 

Menguntungkan perusahaan user, System freelance bisa menjadi alternative pilihan untuk memperbesar kekuatan perusahaan anda, SDM Sales & Marketing user cukup satu orang tapi freelance bisa sampai ratusan orang karena di freelance pun dapat dibentuk team-team tertentu, di perusahaan tempat saya bekerja, saya memakai istilah seperti; Channel Marketing Force, Sales Force, Channel Sales (untuk Sales Freelance), Group Leader, Team Leader, koordinator (untuk Tingkat tertentu). Dari sisi penjualan pasti akan mengalami pertumbuhan, dari sisi marketing perusahaan anda selayaknya memiliki “Humas berjalan” yang setiap saat siap memberikan informasi produk dari perusahaan anda.  

Untuk perusahaan tertentu mengakomodir misi perusahaan (Sales Freelance) tersebut dalam instansi yang ada dalam perusahaan seperti Koperasi karyawan, keluarga pensiunan dan lain sebagainya. Sukses !!


Aksi

Information

2 responses

16 01 2009
Savvy

Pak, saya ingin menanyakan bagaimana cara yang jitu untuk mendapatkan sales freelance yang tepat? Perusahaan kami masih baru, dan bahkan belum dikenal orang. Kami membutuhkan sales freelance dan marketing executive yang bisa membantu membuka jalan agar produk kami bisa dikenal orang dan bisa menghasilkan income bagi perusahaan. Saya minta saran dan petunjuknya Pak, terima kasih.

29 04 2014
webdesign oostende

WOW just what I was searching for. Came here by searching
for website design layout inspiration

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: