Menjaga Kualitas Pendidikan : Kritik Pola Rekruitmen Guru Negeri di Indonesia

29 05 2007

Beberapa Hari yang lalu di ramai di beritakan tentang rencana rekruitmen besar-besaran guru negeri dengan cara mendata setiap tenaga mendidik yang telah “mengabdi” di beberapa instansi pendidikan, semakin lama dia “ mengabdi” semakin berpeluang meraih title pegawai negeri. Sesuai rencana hal ini akan berlangsung hingga tahun 2009 dikala Jabatan presiden berakhir. 

Diberbagai daerah hal ini telah menjadi isu yang sangat gencar dan ditunggu oleh guru-guru yang telah “mengabdi” dalam hitungan tahun, bahkan dalam masa “mengabdi” rela untuk di gaji minus atau mungkin tidak digaji sekalipun. Kebijakan pemerintah tentang rekruitmen guru hingga tahun 2009, ditanggapi beragam di berbagai tempat. Bahkan di beberapa daerah muncul Forum Guru Swasta, karena kebijakan tersebut belum mengakomodir masa depan mereka jika “mengabdi” di instansi pendidikan swasta. 

Namun dari semua problem tersebut diatas, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan pemerintah salah satunya adalah Kualitas Pendidikan kita, karena kita sangat berharap agar kelak anak cucu kita dapat menikmati pendidikan yang benar-benar berkualitas baik dari sisi system & materi Pendidikan, tenaga pendidik (guru), bahkan tersedianya sarana dan pra sarana. Karena mereka yang direkrut sekarang adalah calon penentu kebijakan pendidikan
Indonesia di masa datang, bahkan secara teknis pelaksanaan pendidikan kita sekarang ini. 

Aktivitas saya yang sering melakukan kerjasama di instansi pendidikan, karena telekomunikasi ternyata juga menjadi “demam” diberbagai guru daerah. Bahkan hampir sebagian besar ini menjadi market baru telekomunikasi dewasa ini, setelah kebijakan pemerintah tentang tenaga pendidik (terutama standarisasi salary nya….waah…gede juga lho) 

Kembali ke LAPTOP……(meniru jargon Tukul yang ngetren lewat “Empat Mata”) 

Setidaknya kita masih punya waktu ± 2 tahun untuk memberi masukan pemerintah supaya bobot perekrutan lebih bermakna tidak saja masa “mengabdi” yang menjadi patokan, namun test test lain perlu kiranya dilakukan juga yang dapat menangkap informasi seperti berikut : Kemampuan (kompetensi ) Guru tersebut, perkembangan kondisi yang semakin kompetitif guru sebagai pendidik harus selalu “melek” teknologi, tidak saja penguasaan ilmu melainkan mental dan moral pun menjadi tuntutan pendidikan kita; Kreatifitas, mungkin masih jarang pelatihan (sejenis Outdoor & indoor Trainning) bagi tenaga pendidik seperti umumnya perusahaan swasta, tentu ini akan berguna untuk menularkan kreatifitas berpikir untuk anak didiknya;  Inovatif, seorang pendidik selalu dituntut untuk berinovasi menemukan cara mencerdaskan anak didiknya, sekarang ini banyak kita temu istilah “home schooling”, “sekolah Alam” dll tentu ini bagian inovasi itu, Cuma ini biasanya ada di sekolahan swasta. 

Beberapa tahun lalu saya pernah memberikan sebuah diskusi bebas tentang masa depan di murid SMU/SMK, kebetulan ada misi mengajak agar mereka tetap melanjutkan kuliah. Pada awal mereka cuek dan acuh dengan materi ini, namun ketika sebuah studi kasus tentang beberapa pilihan hidup ketika nanti mereka harus bertahan di era persaingan (waktu itu isunya “pasar bebas”) mereka kemudian berubah menjadi serius, dan memperhatikan wacananya tanpa harus menyuruh mereka memperhatikan. Prihatin rasanya jika di depan sekolah sudah didirikan PJTKI, guna menampung sewaktu-waktu mereka lulus dan siap menjadi TKI/TKW. 

Memang kewajiban mencerdaskan bukan hanya tanggungjawab guru, namun kita semua sebagai warga Negara. Dan terlebih pola rekruitmen yang sekarang terjadi jangan sampai Cuma bermuatan politis belaka tanpa mempertimbangkan jangka panjang masa depan bangsa. Sukses Guru
Indonesia, Hardiknas Mei 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: