Telekomunikasi Vs Kantor Pos

18 05 2007

Beberapa hari ini mungkin lagi demam-demamnya telekomunikasi, hampir di segala situasi kita kan banyak temuin orang tenteng HP bicara “Ngalor Ngidul” kaya dunia milik berdua atau kadang sampai terlalu asik SMS ria karena saking murahnya biaya SMS bahkan operator baru “Hutch” berani gratisin biaya SMS nya antar tri.

Perhatikan juga Semua operator hampir selalu memberikan Bonus dan discount Tarif pulsa pembicaraan atau SMS nya, ya lagi –lagi pelanggan diuntungkan sekali terhadap dampak kompetisi ini.Untung….untung….untung walaupun tiap hari harus ganti kartu operator dan lepasin kartu lama gak masalah maklum deh lagi ada program perang harga di salah satu operator. Sedikit mengingatkan bulan ini (Mei 2007) : Indosat; Programnya tarif Rp 85/6 Detik untuk ke 8 Negara, dan tarif Rp 50/30 dtk Untuk pembicaraan LOKAL, XL; dengan Jempolnya memberlakukan tarif Rp 45/SMS sesama XL belum lagi tarif Flat Rp 10/dtk ke sesama XL dan Rp 25/dtk ke laur operator, Mobile-8; memberlakukan tarif Rp 10/ dtk ke semua operator dan operator besar seperti Telkomsel, Telkomflexy, Bakrie Telkom tidak mau ketinggalan jadi wajar sekali kalau pelanggan sangat dimanjakan.

Dibalik semua itu, mungkin kita masih ingat dengan “Kantor Pos” yang dulu merupakan salah satu media di tanah air ini yang dapat dibanggakan untuk berkirim kabar…bagaimanakah fungsinya sekarang ? Layanan & Pelayanan Pos yang sekarang sedikit demi sedikit telah tergantikan dengan banyaknya pesaing, mau gak mau menuntut PT Pos untuk berubah mengikuti persaingan dan kompetisi di tanah air. Misalnya Jasa POS/Paket : masyarakat sudah mudah menemui jasa paket di lingkungannya mulai TIKI, KGP,GED dan lainnya yang siap bertarung kualitasnya dengan PT Pos, Jasa Pengiriman Uang : telah tergantikan dengan ATM BANK di Tanah Air, Budaya berkirim surat pun kini telah tergantikan dengan SMS selain murah & cepat, tentunya salah satunya karena gencarnya promosi operator telekomunikasi di Indonesia.

Beberapa hari lalu saya sempat mampir ke kantor Pos Cabang yang ada di kota saya, sedikit ngobrol tentang layanan dan kualitas, kebetulan perusahaan saya mau bekerjasama dalam pengiriman paket.”kalau masalah harga sampaen dikasih berapa diluar?…saya pastikan dibawahnya,kalau masalah ketepatan dalam hitungan detik kita akan tahu kondisi barang itu ada dimana atau kalau sudah diterima diterima siapa…(sambil menunjukan sebuah alat “barcode”) demikian sebuah ungkapan tentang perubahan di kantor pos sekarang….baguslah kalau itu sudah dilakukan. (karena di perusahaan saya, untuk delivery billing sudah dibarcode untuk pelaporan secara on line, jadi bisa diakses dimanapun untuik cek kondisi barang sekarang)

Perubahan memang menjadi issue yang paling dirasakan, Besarnya jaringan yang dimiliki oleh Kantor POS tentunya menjadi berkah tersendiri bagi persaingan pihak POS lihat saja layanan pembayaran mulai kartu kredit, pembayaran listrik, PDAM, kartu Pasca Bayar, lising Otomotif dan bahkan belum lama ini dengan Bank Muamalat dengan kartu “SHAR-E” dan juga tabungan dengan Bank BTN. Masyarakat menjadi termudahkan dengan layanan ini, Bahkan Reposisi POS di era kompetisi ini melahirkan pelayanan bisnis terpadu jasa keagenan & komoditi ritel…. dikelola oleh unit ritel, PT Pos Indonesia, fax service , telecommunication kiosk, ticketing, photo copy,digital printing, laminating, binding, scanning, envelopes, post-pack, boxes, bags, prepaid envelopes, postal stationary, greeting cards,souvenir product, stationery, writing product/ accessories,office product/ supplies, computer accessories/ consumable,
leisure, gifts, hobby (corner),handicraft, book, magazines, newspaper, tabloid, cassette, VCD, DVD (…. secara bertahap akan dibangun sekitar 1.137 outlet di seluruh Indonesia
& dimungkinkan untuk dibangun pada area diluar lokasi kantor pos …. anda berminat, mungkin akan diwaralabakan kayak “MULTIPLUS”)

Memang kompetisi akan menuntut semua dari kita untuk berubah dan selalu berfikir secara smart, kondisi itu adalah tantangan terhadap yang kita lakukan untuk selalu lebih baik. Kantor POS tidak menganggap musuh untuk operator telekomunikasi namun perubahan dan reposisi menjadi senjata baru dan ujungnya kemudian operator telekomunikasi malah menjadi Clien kantor Pos juga. Thanks


Aksi

Information

2 responses

23 07 2007
Ditha Hapsari

menarik… kebetulan saya sedang melakukan penelitian di kantor pos untuk menyeesaikan tesis saya. Kantor pos sekarang sudah jauh berbeda dengan jaman dulu.. mereka lebih terbuka seiring dengan persaingan dan perkembangan media komunikasi yang ada. Semoga kantor pos berjaya lagi :)

30 04 2013
quicken loans

I love what you guys are usually up too. This type of clever work
and coverage! Keep up the awesome works guys I’ve added you guys to our blogroll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: